Briefing dan pelatihan batik tutul (dot painting)


Alhamdulillah...Briefing dan pelatihan batik tutul (dot painting) yang di ikuti pemuda serta mahasiswa undar berjalan lancar...selanjutnya kawan-kawan bersiap-siap menyambut agenda tgl 1 JOMBANG BERWARNA "WORKSHOP & LOMBA LUKIS TUTUL (DOT PAINTING) tingkat pelajar SMP-SMA Sederajat Se-kabupaten jombang".berdiskusi dan berkreasi dalam seni...SEMANGAT!!!!

Read more

Workshop & Perlombaan



Kamu Yang Masih duduk dibangku sekolah tingkat SMP atau SMA di kabupaten jombang
Ikutilah "WORKSHOP & LOMBA LUKIS TUTUL (DOT PAINTING)
SMP-SMA Sederajat Se-kabupaten jombang".
diadakan oleh FAI(Fakultas Agama Islam) & FE(Fakultas Ekonomi) Undar Jombang
hadiahnya lumayan shob, dapat pelatihan lagi...,
buruan daftar..,
untuk info lebih lanjut, hub.
cp
Rokhim: Rokhim : 085731560558
Rozi : 085746464371
ow iya, bagi kamu yang punya kenalan, saudara, sahabat ataupun teman, bisa kamu kasih info ini buat mereka, rugi loo kalau tidak ikut.,
aku tunggu yaa.,
and satu lagi, tolong like n share yaah.., makasih,.."JAYALAH UNDAR"...
Read more

Kegiatan Kawan-kawan Sanggar Seni ARIMBI

Read more

Beberapa Hasil Karya anak Sanggar Seni ARIMBI

Read more

Sejarah Dewi ARIMBI


Dewi Arimbi seorang puteri Raksasa, saudara Prabu Arimba, seorang raja raksasa di Pringgadani. Puteri ini dalam mimpi bertemu dengan Raden Bratasena, kesatria Pandawa yang kedua. Setelah puteri ini mencari Raden Bratasena bertemulah waktu Raden Bratasena sedang membuka hutan akan dibuat negeri. Setiba Dewi Arimbi dihadapah Raden Bratasena lalu memeluk kaki Raden Bratasena dan menyatakan kehendaknya. Tetapi Raden Bratasena tak suka, lantaran puteri itu berupa raksasa. Pada waktu itu ibu Raden Bratasena, Dewi Kunti bersabda: “Ah kasihan benar kamu anak cantik”. Sabda Dewi Kunti itu menyebabkan mengubah roman muka Dewi Arimbi jadi secantik-cantiknya. Diperisterilah Dewi Arimbi oleh Raden Bratasena, dan kemudian hari berputralah seorang kesatria Raden Gatotkaca.

Pada umumnya, percintaan seorang dengan puteri, kesatria itu dengan melahirkan pembujuk kata percintaan (Jawa: ngungkung). Tetapi kata Bratasena kepada Dewi Arimbi tak dengan mengumbar puji-pujian namun hanya kata-kata sederhana seperti: alisnya dekat mata, hidungnya di atas mulut, rambutnya di atas kepala, dan dibanting-bantingkan puteri itu di paha Bratasena. Tetapi kata dan tingkah Bratasena ini malahan dapat menarik hati puteri itu. Tingkah laku Bratasena ini hingga mendatangkan kemurkaan keluarga Arimbi. Tetapi kenyataannya, malahan mensukacitakan Arimbi, karena ia tak sekali-kali merasakan sakit dan was-was dalam hatinya malahan senang gembira.

Rasa cinta seorang ibu pada putera telah umum dan dirasa tak berbeda-beda. Tetapi untuk Dewi Arimbi ini lalu terpisah dengan puterandanya, lantaran kesatria prajurit. Tetapi pada suatu masa datanglah Raden Gatotkaca kehadapan ibunya untuk minta dihias bagi keelokan seorang kesatria. Besarlah rasa hati ibu melihat merepek (Jawa: ngadi-adi) putera itu, minta dimandikan, minta dihias dan lain-lainnya.Hal ini kejadian waktu Raden: Gatotkaca jatuh hati pada Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna. Selama hidup baru sekali itu Raden Gatotkaca tertarik oleh perempuan. Dalam ceritanya keelokan puteri ini lantaran kacaknya (cakrak), karena puteri asal dari gunung. Menurut pandangan Gatotkaca, keelokan Pregiwa itu tertampak serba bersahaja, maka terlihatlah bahwa kecantikan itu wujud yang sewajarnya. Sekalipun Pregiwa asli datang dari gunung tak kalah dengan puteri di negeri Pandawa.

BENTUK WAYANG
Dewi Arimbi sebelum berubah jadi seorang puteri yang cantik, bermata kedondongan, hidung dempak, mulut terbuka, bergigi sebagai raksasa berkalung bulan sabit, bergelang dan berpontoh, sebagai layaknya putri raksasa, tetapi setelah berganti, rupa seorang putri yang cantik, kelihatan secantik-cantiknya.

Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965. Disusun oleh Pak Hardjowirogo.
Read more
 

Sanggar Seni ARIMBI Jombang Design by Insight © 2009